Foto Rapat
PEKANBARU, Abdullah.co.id – Anggota DPRD Provinsi Riau, Abdullah, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Haryanto, untuk mewujudkan dan mengembangkan kawasan industri milik Pemerintah Provinsi Riau sebagai kawasan industri strategis yang dikelola langsung oleh pemerintah daerah.
Menurut Abdullah, gagasan tersebut sangat realistis dan berlandaskan pada potensi besar yang dimiliki Riau, baik dari sisi sumber daya alam, posisi geografis, maupun ekosistem industri yang telah berkembang selama ini.
“Ada beberapa alasan kuat yang mendasari optimisme ini. Riau dianugerahi kekayaan alam melimpah dan selama ini menjadi kontributor penting devisa nasional,” ujar Abdullah, Selasa (6/1/2026).
Ia menuturkan, Riau merupakan salah satu daerah penghasil minyak bumi terbesar di Indonesia melalui Blok Rokan. Selain itu, provinsi ini juga tercatat sebagai pemilik luas perkebunan kelapa sawit terbesar di Tanah Air dengan luasan lebih dari 3,3 juta hektare.
“Belum lagi keberadaan industri pulp dan kertas terintegrasi terbesar di dunia yang beroperasi di Riau. Ini menunjukkan bahwa ekosistem industri di daerah kita sebenarnya sudah terbentuk dengan baik,” jelas politisi PKS tersebut.
Dari sisi sosial dan budaya, Abdullah menilai Riau memiliki keunggulan sebagai pusat kebudayaan Melayu yang terbuka dan inklusif. Keberagaman masyarakat yang hidup harmonis dinilainya turut menciptakan iklim investasi yang kondusif dan ramah bagi pelaku usaha.
Sementara dari aspek geografis, posisi strategis Riau yang berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka dinilai sangat potensial untuk dikembangkan sebagai pusat logistik dan ekspor utama di kawasan Pantai Timur Sumatera.
“Dengan seluruh potensi itu, Riau sejatinya memiliki modal lengkap untuk menjadi pusat pengolahan komoditas unggulan berskala nasional bahkan internasional,” tegasnya.
Abdullah menambahkan, keberadaan kawasan industri milik Pemerintah Provinsi Riau tidak hanya akan membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga berpotensi menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru yang efektif dan berkelanjutan.
“Jika dikelola secara profesional, transparan, dan berorientasi jangka panjang, kawasan industri ini akan menjadi aset strategis daerah sekaligus pengungkit kesejahteraan masyarakat Riau,” pungkasnya.
Sebelumnya, Plt Gubernur Riau SF Haryanto saat membuka kegiatan Business Matching KADIN Kota Dumai bersama IMT-GT menyampaikan bahwa pembangunan jalur Ro-Ro Dumai–Melaka diproyeksikan menjadi koridor ekonomi strategis baru di Sumatera.
Pemerintah Provinsi Riau, kata dia, memberikan dukungan penuh mulai dari kesiapan akses hingga perizinan. Keberadaan jalur tersebut diharapkan mampu memperkuat peran Riau dan Sumatera dalam dinamika ekonomi regional serta menjadikan Pelabuhan Dumai sebagai pusat industri dan pelabuhan utama di Pantai Timur Sumatera.
Jalur Ro-Ro ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi antarnegara Indonesia–Malaysia, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi yang memberi nilai tambah bagi masyarakat. ***
